Di
kota manapun, di negara manapun, pergilah ke institusi mental atau rumah
persinggahan yang bisa kau datangi. Saat kau mencapai meja depan, tanyalah
pegawai di sana apakah “Sang Penjaga Ilusi” tinggal di sini.
Jika
pegawai itu mengangguk, artinya kau ditakdirkan untuk mati. Sang Penjaga sudah
mengantisipasi kedatanganmu dan kau akan merasakan tubuhmu dengan perlahan
mulai memudar lenyap dari keberadaan. Hal itu bukanlah pengalaman yang
menyenangkan.
Jika
pegawai itu menjawab tidak, bersyukurlah. Ia akan memberimu selembar kertas berisi
denah menuju rumah sakit jiwa yang benar dan memintamu untuk pergi. Maka
pergilah, belok kiri, dan buang kertas tadi. Kau tidak ingin membuat Penjaga
Ilusi mewaspadai kedatanganmu sebelum waktunya.
Berjalanlah
empat blok di jalan di depanmu, kemudian belok kanan dan melangkah sekali, lalu
kiri dan melangkah dua kali, kemudian berhenti, garuk dagumu, dan berbaliklah.
Jalan tadi telah berubah-seluruh warna dari dunia di depanmu terlucuti.
Sebentuk kawah besar menganga di tengah jalan. Tidak satu pun kaca-kaca di sana
utuh, dan semua orang yang mungkin kau lewati di blok tadi terbaring mati
mengenaskan.
Ambil
sebuah langkah mundur. Akan ada sebuah pena bertinta merah di atas tanah di
dekatmu- ambil dan masukkan ke dalam kantongmu. Selagi kau menyaksikan, efek
perubahan warna menyebar secara perlahan, menunjukkan seperti apa pemandangan
pasca serangan militer dalam dunia hitam-putih: bangunan-bangunan yang hancur, jalan-jalan
yang rusak, dan mayat dimana-mana.
Dengan
cepat tutuplah matamu dengan tangan dan berteriak, “Aku menyangkal kebenaran! Biarkan jalannya tersisa!” Jika
Penjaganya menganggapmu tidak layak, kau akan menderita nasib yang sama dengan
kompleks tersebut, dan efek yang kau lihat akan terus menyebar, menyapu bersih
ilusi dari dunia kita.
Namun
jika kau berhasil, gelenyar kecil akan timbul diantara kedua kakimu, hampir
cukup kuat untuk dirasakan. Buka matamu. Efek tadi masih menyebar, namun kau
masih sepenuhnya berdiri. Berjalanlah lurus di kompleks tersebut sampai kau
tiba di sebuah gudang. Pintu utamanya, meskipun bengkok dan mengeluarkan suara,
masih berdiri dengan kokoh. Di sebelah pintu itu ada plat nama bangunan,
seperti yang kau lihat di stasiun pemadam kebakaran dan sejenisnya, namun kosong
sama sekali.
Keluarkan
penamu dan menulislah di plat, sekecil yang kau bisa namun tetap terbaca,
“Siapa yang selamat untuk menceritakannya?”
Tinta
penanya akan menggenang menjadi sebuah titik, dan kemudian mulai menetes-lebih
seperti darah-dari plat itu. Tintanya akan menerangkan tentang si peselamat,
memberitahu kisah mengerikan dan menyedihkannya, serta akhir dimana ia berusaha keluar dari kisah tersebut, untuk mencoba
meyakinkan bahwa hal tersebut tidak akan terjadi lagi. Perlahan, kau akan
mendapat perasaan mengerikan bahwa Penjaga tersebut adalah si peselamat yang
dibicarakan.
Bagaimanapun juga, ia akan memastikan padamu bahwa itu
tidak benar, dan mengakhiri kisah itu dengan “Takdirnya ada bukan untuk
diceritakan, namun warisannya akan tetap hidup.”
Pena tadi akan meleleh di tanganmu, dan pintu samping
gudang akan roboh. Larilah ke dalam- jangan berjalan- dan masuki ruangan
pimpinan. Di sana akan benar-benar gelap, namun jangan coba-coba menyalakan apa
pun, jangan sampai kau membangunkan penjaga dari mimpinya. Daripada itu,
meraba-rabalah di sekitar meja sampai kau merasakan sesuatu yang bulat dan
licin di tanganmu.
Ruangan itu akan berkedip sekejap, dan kau akan
melihat sekilas pemandangan dari pembantaian di jalan tadi, dengan warna utuh,
sebelum segalanya menjadi hitam.
Kau akan terbangun dua hari kemudian, duduk di meja
dapur di rumahmu. Koran di dekatmu akan memberitakan tentang serangan teroris.
Duduk tegak, dan kau akan menyadari bahwa kau masih memegang objek itu. Taruhlah
di atas meja.
Objek yang kau lihat di depanmu adalah sebuah bola
baja, sebesar kacang kenari, dan merupakan objek ke-51 dari 538 objek. Si
peselamat kini mengetahui tentangmu, demikian juga kau tahu tentangnya. Rahasia
penuh dengki ini akan terjalin selamanya.
Source : http://theholders.org/?Holder_of_Illusion
Translate : Ambrosia Perish
A/N : Maaf banget karena udah gak posting selama 2 minggu, since laptopku harus diperbaiki karena sesuatu dan lain hal (ditambah lagi keasikan main Mobile Legends lol) dan juga aku lagi di kampung dimana sinyal jelek adalah makanan sehari-hari (?) (tapi herannya bisa main Mobile Legends dan update Mystic Messenger). Yapp aku lagi libur semesteran nih sampai tanggal 31 Agustus ugyaaa... >< Dan berhubung waktu kosong banyak, aku bakal nyoba untuk posting lebih dari satu perminggu. The Holders Series masih banyak banget ya? Mungkin sampe aku lulus S2 pun ini serial belum semuanya diterjemahin. Jadi teman-teman mohon bersabar, semoga aja virus magerku gak pernah kambuh lagi dan bisa posting serial ini sampai akhir, dan selang-seling dengan artikel lain juga biar gak bosen. Oh ya komen dong biar semangat. Lolol.
Hai Am! Terus semangat update serialnya yaaa.. Mii ikutin terus ceritanya. Jadi Mii bakal tunggu'in lanjutan The Holdersnya sampe selesai :u
ReplyDeleteMaaf Am.. Selama ini Mii jadi silent reader :')
(Mii~)
Aww makasi banyak Mii >< Gitu dong komen biar semangat wkwkwkwk. Tiap Jumat update kok. ;)
DeleteHai Am.. Udah Jumat nih.. Tapi belom diupdate '-'
Delete(Mii~)
Sudah kok Mii. Ini Jumat dan udah update. Biarpun agak malam. ^^
DeleteAm, blog ini masih aktif gak ya??
ReplyDeleteKuingin baca lanjutan the holders series nya:(
~Shiro
Masih banget kok. Dan (semoga) akan terus berlanjut sampai The Holders yang ke-538 bhahahaha XD
DeleteFight am .
ReplyDeleteAyayyy
DeleteSaya sudah tau tentang Objek ke 538 bahkan 2538,tapi blognya Am itu top kak... lanjutin ya
ReplyDeleteWow terimakasih ya sudah tetap mampir. Btw, cerita The Holders Series yang asli memang cuma 538. Sisanya lebih daripada itu merupakan fanmade. Tapi berhubung theholders.org itu situs yang ketat dalam menyeleksi fanmade, semua fanmade-nya memang meyakinkan dan seperti cerita asli.
Delete